Argentina Harus Lebih Sigap Hadapi Kroasia

Argentina Harus Lebih Sigap Hadapi Kroasia

Argentina Harus Lebih Sigap Hadapi Kroasia
Memiliki pemain yang hebat ternyata tidak selamanya memberikan langkah mudah bagi para pemain untuk dapat bermain dengan hasil yang maksimal. Ini kiranya sedang dialami oleh timnas Argentina. Adanya Lionel Messi dalam timnasnya ternyata juga membuat Argentina akan kesulitan di laga pertama Grup D Piala Dunia 2018 Rusia saat hanya mampu bermain imbang 1-1 kontra Islandia. Status tim favorit Argentina pun mulai dipertanyakan.

Selama ini timnas Argentina dianggap sebagai salah satu favorit juara karena memiliki barisan pemain hebat. Juga didukung keberadaan Lionel Messi yang pastinya merupakan salah satu pemain terbaik di dunia saat ini. Dan magis Messi kesulitan memberikan dampaknya pada permainan Argentina saat melawan Islandia. Pelatih Jorge Sampaoli dinilai salah memilih taktik untuk melawan barisan pemain Islandia yang mengandalkan postur fisik tinggi besar.

Oleh karena itu maka pada pertandingan yang kedua nanti pada saat menghadapi Kroasia, nasib Argentina dipertaruhkan. Tugas Jorge Sampaoli harus membantu timnya meraih kemenangan jika ingin menjaga asa lolos ke 16 besar.

Selain itu berbeda dengan Argentina karena timnas Kroasia justru menatap laga ini dengan sikap santai. Tim asuhan Zlatko Dalic itu sudah berhasil meraih tiga poin di laga pertama dan karenanya mereka bisa bermain lebih santai.

“Saya akan memberi tahu pemain saya untuk menikmati setiap menit di pertandingan itu karena mereka bermain melawan Argentina dan Messi. Messi adalah pemain terbaik di dunia. Tetapi Argentina bukan hanya Messi.” jelas Dalic.

Adapun situasi internal tim Kroasia juga sempat dilanda masalah saat Nikola Kalinic menolak bermain sebagai pemain pengganti saat mereka meraih kemenangan 2-0 atas Nigeria di laga pertama lalu. Oleh sebab itulah maka Nikola Kalinic pun terpaksa dipulangkan lebih awal karena dinilai tidak menghargai keputusan tim dan pelatih.

“Saya minta maaf karena ini (kasus Kalinic) sudah terjadi. Kami sudah melupakannya, kami tidak akan terus berkubang di masalah itu, yang bertahan dua atau tiga jam. Hidup terus melaju,” tutup Dalic.

Leave a Reply

%d bloggers like this: