Dino Zoff Kiper Terbaik Piala Dunia FIFA 1982

Dino Zoff Kiper Terbaik Piala Dunia FIFA1982

Dino Zoff Kiper Terbaik Piala Dunia  FIFA1982
Dino Zoff lahir di Mariano del Friuli, Provinsi Gorizia (Italia), dan salah satu kiper terbaik dalam sejarah sepak bola. Dino Zoff pertama kali bermain pada umur 19 tahun, di Serie A pada tanggal 24 September 1961 ketika ia dikalahkan ACF Fiorentina 5-2 (ACF Fiorentina 5-2 Udinese Calcio).

Pada tahun1968, Zoff ditransfer ke Napoli dan pada tahun yang sama ia membuat debut untuk timnas Italia, bermain melawan Bulgaria pada perempat final Piala Eropa 1968. Italia memenangkan turnamen, Zoff pulang ke rumah dengan gelar kemenangan setelah hanya 4 kali penampilan internasional.

Dia termasuk dalam pemain inti timnas Italia pada Piala Dunia FIFA 1970, Zoff melanjutkan kesuksesannya setelah bermain di Juventus pada tahun 1972. Ketika 11 tahun bersama Juventus, Zoff membawa gelar juara Serie A 6 kali, Coppa Italia 2 kali dan UEFA Cup 1 kali. Bagaimanapun juga, Zoff adalah kiper terbaik pada Piala Dunia FIFA 1982, ketika ia menjadi kapten timnas Italia yang menjuarai turnamen pada usia yang ke 40, membuat ia menjadi pemain tertua yang menjuarai Piala Dunia FIFA. Ia mengikuti jejak Gianpiero Combi (1934) sebagai satu-satunya kiper dan kapten yang menjadi Juara Piala Dunia FIFA. Ia juga dipilih sebagai kiper terbaik dalam turnamen.

Zoff menahan rekor tanpa kebobolan selama 1142 menit di turnamen internasional, antara 1972 dan 1974. Rekor ini dipecahkan ketika gawangnya dijebol pemain Haiti Manno Sanon ketika Piala Dunia FIFA 1974. Ia juga mempertahankan rekor pemain tertua Serie A dan penampilan terbanyak Serie A (570 pertandingan) selama lebih dari 20 tahun, sampai musim 2005/2006 ketika rekornya dipecahkan melalui kiper S.S. Lazio, Marco Ballotta dan bek A.C. Milan, Paolo Maldini.

Setelah pensiun dari lapangan hijau, Zoff melatih mantan klubnya, yang juga merupakan klub tersukses di Italia, Juventus, pada periode 1988 – 1990. Pada 1990, dia dipecat meskipun saat itu dia berhasil mempersembahkan gelar Eropa bagi La Vecchia Signora. Kemudian dia berlabuh di Lazio, dan menjadi presiden klub pada 1994.

Pada tahun 1998, Zoff ditunjuk federasi untuk melatih Italia. Zoff merombak sistem pasif klasik milik Gli Azzuri menjadi lebih agresif dan menyerang. Dia berhasil membawa Italia menembus partai final Euro 2000, sebelum dikalahkan secara dramatis oleh Perancis.

Di final tragis tersebut, Italia memimpin lewat gol Marco Delvecchio pada pertengahan babak ke-2. Menjelang akhir pertandingan, para pemain Italia sudah sempat berangkulan dan bersalaman satu sama lain untuk merayakan gelar, tetapi kurang dari 20 detik sebelum full-time, Sylvain Wiltord membangunkan Italia dari mimpi indahnya. Skor menjadi 1-1 ! Pertandingan dilanjutkan melalui perpanjangan waktu, dan pada masa tambahan tersebut Italia harus benar – benar mengubur mimpinya setelah David Trezeguet mencetak Golden Goal. Skor 2-1 dan Italia kalah. Beberapa hari pasca kekalahan tersebut, Zoff mengundurkan diri karena mendapat tekanan hebat dari Perdana Menteri Italia yang juga presiden A.C. Milan, Silvio Berlusconi.

Kemudian Zoff kembali ke Lazio, namun mengundurkan diri pada saat musim 2000/2001 baru berjalan, menyusul hasil buruk yang didapat klub tersebut. Pada 2005, Zoff sempat muncul kembali dengan melatih Fiorentina. Tetapi, setelah berhasil menyelamatkan klub tersebut dari degradasi, Zoff mundur dari kursi pelatih klub dan memutuskan untuk benar – benar berhenti dari dunia kepelatihan.

Leave a Reply

%d bloggers like this: