McAteer : Harga Transfer Alisson Becker Terhitung Mahal

McAteer : Harga Transfer Alisson Becker Terhitung Mahal

McAteer : Harga Transfer Alisson Becker Terhitung Mahal
Kabar terbaru datang dari salah satu mantan gelandang Liverpool Jason McAteer yang mengatakan bahwa harga transfer Alisson Becker dari AS Roma tergolong amat mahal, akan tetapi The Reds memang tak punya pilihan lain selain harus mendatangkannya dengan harga premium. Diketahui jika sosok Alisson Becker adalah kiper nomor satu timnas Brasil. Dan juga namanya mulai banyak dikenal khalayak luas ketika ia menjalani musim keduanya di Italia bersama AS Roma. Dijelaskan bahwa pada saat itu kondisi Liverpool berniat mendatangkannya dan setelah itu juga diketahui jika dirinya pun sempat jadi buruan sejumlah klub besar Eropa macam Real Madrid plus Chelsea.

Untuk selanjutnya juga Liverpool akhirnya sukses membeli Alisson pada bursa transfer musim panas kemarin. Ia dibeli dengan harga mencapai 67 juta pounds. Hal ini juga yang menurut pandangan dari McAteer bahwa Liverpool memang membutuhkan perbaikan di sektor penjaga gawang. Ia mengaku tak yakin dengan kemampuan yang dimiliki oleh Loris Karius. Tentu saja apa yang menjadi keraguan itu tidak lepas dari insiden di final Liga Champions 2018 lalu. Dimana pada saat itu Karius mencetak dua blunder fatal yang membuat timnya kalah 3-1.

“Ada area perbaikan yang harus dibuat. Tentu saja setelah final Liga Champions, jelas bahwa area penjaga gawang adalah posisi nomor satu yang perlu ditangani,” ujar McAteer.

Lebih lanjut lagi McAteer merasa melonjaknya harga kiper tak bisa dihindari. Dan menurutnya Klopp memang tak punya pilihan selain untuk mendatangkan Alisson dengan harga mahal.

“Saya pikir penjaga gawang – seperti bek tengah atau penyerang tengah – datang dengan harga premium sekarang. Jadi, mengetahui Liverpool berada di bursa transfer karena seorang kiper memberi biaya premium pada biaya transfernya, tapi begitulah adanya. Saya pikir [Alisson] adalah orang yang tepat untuk pekerjaan itu – dengan Jurgen dan filosofinya, ia menyukai seorang penjaga yang bermain keluar dari belakang dan merasa nyaman dengan kakinya,” terang McAteer.

Leave a Reply

%d bloggers like this: