Milutin Ingatkan Timnas Mesir Jangan Hanya Andalkan Salah

Milutin Ingatkan Timnas Mesir Jangan Hanya Andalkan Salah

Milutin Ingatkan Timnas Mesir Jangan Hanya Andalkan Salah
Mohamed Salah memang wajar jika dirinya memang tameng yang hebat bagi Liverpool dan juga timnas Mesir. Akan tetapi semua itu harus didukung oleh seluruh pasukan dalam timnas agar dapat terwujud. Karenanya pelatih Orlando Pirates Milutin Sredojevic memperingatkan timnas Mesir bahwa mereka tak akan bisa berprestasi di Piala Dunia jika hanya mengandalkan Mohamed Salah saja. Seperti yang kita tahu bahwa Mohamed Salah sukses membawa timnas Mesir lolos ke Rusia musim panas mendatang. Terlebih lagi ini adalah yang pertama kalinya The Pharaohs lolos ke Piala Dunia sejak tahun 1990 silam.

Lolos di Piala Dunia 2018 ini bukanlah hal yang mudah bagi timnas Mesir. Karena Mohamed Salah berhasil memberikan lima gol bagi timnas Mesir. Salah satunya ia cetak melalui titik penalti di pertandingan menentukan melawan Kongo. Pemain berusia 25 tahun yang jadi bintang Liverpool itu tentu nanti akan menjadi tumpuan rekan-rekannya selama digelarnya ajang empat tahunan tersebut. Timnas Mesir nanti akan bersaing dengan Rusia, Uruguay and Arab Saudi di Grup A.

Apa yang telah menjadi perjuangan bagi Salah menurut Milutin, yang akrab disapa Micho, memperingatkan Mesir bahwa mereka tidak bisa mengandalkan seorang Salah saja untuk bisa berprestasi. Dirinya pun memberikan contoh kasus Lionel Messi dengan timnas Argentina.

“Satu pemain saja – dan Anda bisa melihatnya dalam kasus Argentina (dan bintang penyerangnya Lionel Messi) – tidak bisa menopang tim sendirian. Dalam pertandingan persahabatan internasional antara Mesir dan Portugal pada Maret lalu mereka bisa memimpin tetapi kemudian dalam dua menit semuanya bisa buyar karena hanya dengan mencapai level tertinggi, sepakbola telah berkembang sejauh itu sehingga Anda perlu memiliki sekelompok pemain, bukan satu individu untuk menopang sebuah tim,” kata Micho.

Micho juga mencontohkan kasus di mana tim Tango, yang tak diperkuat La Pulga, hancur saat tanding lawan Spanyol di partai uji coba. Saat itu mereka dipermak dengan skor 6-1.

“Salah dapat membawa timnya ke tingkat tertentu tetapi jika sudah berurusan dengan hasil terbaik dan penampilan di atas lapangan, kekuatan individu runtuh dan keretakan muncul, seperti yang ditunjukkan oleh timnas Spanyol (melawan Argentina dalam pertandingan persahabatan internasional baru-baru ini). Masa-masa di mana individu – Maradona pada 1986 dan 1990, Roberto Baggio dengan Italia – menopang tim sendirian, atau dua pemain – Bebeto dan Romario untuk Brasil – perlahan-lahan hilang,” tegas Micho.

“Saya akhirnya memahami, sebagai orang yang berurusan dengan hal-hal teknis, bahwa kekuatan untuk membuat hasil yang positif mengarah ke tim tidak hanya terletak pada kekuatan individu (lagi).” tutupnya.

Leave a Reply

%d bloggers like this: