Pelatih Brasil Bela Neymar

Pelatih Brasil Bela Neymar

Pelatih Brasil Bela NeymarPelatih timnas Brasil, Tite, membela Neymar dari kritik terkait aksi teatrikalnya di lapangan. Dia mengatakan senang bintang di timnya itu memainkan penampilan terbaiknya menjelang pertandingan perempat final melawan Belgia, Jumat (6/7).

Neymar mencetak dua gol dari empat pertandingan Brasil. Namun, ia mendapat kecaman dari banyak pengamat sepak bola di seluruh dunia karena berpura-pura terjatuh dan berguling di tanah secara berlebihan di Rusia.

Ia juga mendapat banyak pelanggaran di turnamen sejauh ini. Catatan pelanggaran terhadapnya adalah 23 lebih banyak daripada yang diterima duet penyerang Uruguay, Luis Suarez dan Edinson Cavani.

“Saya telah berbicara mengenai Neymar dan saya sangat spesifik mengenai apa yang terjadi. Anda semestinya melihat video-video yang ada. Hal yang perlu Anda lakukan adalah melihat gambar-gambar,” kata Tite kepada para pewarta pada malam menjelang perempat final di Kazan Arena.

“Hal yang membuat saya gembira adalah memiliki dirinya yang memainkan permainan terbaiknya. Itu bukan hanya dengan bola, bukan hanya menggiring (bola). Terdapat aksi-aksi, terdapat transisi-transisi, transisi-transisi bertahan dan jika Anda lihat, Anda melihat betapa banyak ia berkontribusi,” katanya.

Selebrasi pesepak bola Brasil Neymar usai mencetak gol ke gawang Meksiko pada pertandingan babak 16 besar Piala Dunia 2018 di Samara Arena.

Tite mengonfirmasi bek kiri pilihan utamanya Marcelo akan kembali ke tim inti untuk mengisi posisi Filipe Luis. Hal itu setelah pemain bertahan Real Madrid itu absen ketika timnya menang 2-0 atas Meksiko akibat cedera.

“Saya telah berbicara dengan Marcelo dan Filipe Luis. Filipe bermain sangat baik pada kedua pertandingan. Namun kami akan kembali memainkan Marcelo,” ujar Tite.

Fernandinho juga diharapkan menggantikan gelandang bertahan Casemiro yang mendapatkan kartu kuning kedua saat melawan Meksiko. Kemenangan dominan atas Meksiko mempertegas status Brasil sebagai tim favorit untuk menjuarai Piala Dunia untuk keenam kalinya.

Tite mengatakan akan diperlukan usaha segenap tim untuk dapat melewati Belgia asuhan Roberto Martinez dan kumpulan bintang lini depan mereka. “Itu akan menjadi pertandingan hebat. Kedua tim memainkan sepak bola indah. Belgia memiliki pemain-pemain hebat dan pelatih hebat pula. Saya selalu meletakkan mereka ke dalam grup favorit (untuk memenangi gelar). Sekarang pun sama saja,” ujarnya.

Dengan petualangan terakhir Brasil di Piala Dunia di kandang sendiri berakhir dengan kekalahan memalukan 1-7 dari Jerman di semifinal yang mengejutkan, Tite meminta pemainnya mengabaikan tekanan dan ekspektasi yang dibebankan kepada tim. “Jika Anda bertanya kepada saya apa yang menjadi tantangan terbesar di Piala Dunia? Itu adalah kelelahan mental, tekanan yang besar, itu luar biasa,” katanya.

“Itu berkembang melalui keluarga. Saya harap keluarga dapat tetap menjaga kepalanya tetap dingin. Jangan mendengar, jangan melihat (perhatian) karena ada banyak tekanan psikologis,” ujar dia.

Leave a Reply

%d bloggers like this: