Seribu Operan Spanyol Berhasil Dihancurkan dengan Satu Tendangan Rusia

Seribu Operan Spanyol Berhasil Dihancurkan dengan Satu Tendangan Rusia

Seribu Operan Spanyol Berhasil Dihancurkan dengan Satu Tendangan Rusia Ada hal-hal menarik yang terjadi saat Spanyol bertemu Rusia di Stadion Luzhniki, Moskow, Rusia, semalam. Di antaranya, 1.000 lebih operan Tim Matador yang tak bisa menembus pertahanan Rusia dan David De Gea yang hanya bisa menahan satu serangan dalam empat laganya di Piala Dunia 2018 ini.

Turun tidak dengan Andres Iniesta sebagai starter, dilansir dari laman Goal, Spanyol berhasil membukukan lebih dari 1.000 operan pada pertandingan semalam, 770 di antaranya dibuat pada waktu normal. Dari angka tersebut, operan yang sukses dilakukan ada sekitar 800 kali operan.

Apa yang diperbuat Spanyol itu merupakan rekor baru di Piala Dunia. Pemegang rekor sebelumnya, Argentina, melakukan 703 operan saat melawan Yunani pada fase grup Piala Dunia 2010.

Rekor individu dipecahkan oleh sang kapten, Sergio Ramos, berkat banyaknya operan yang dilakukan. Pemain Real Madrid ini merupakan pemain yang melakukan operan terbanyak dalam satu pertandingan Piala Dunia, yakni 141 operan.

Di samping itu, dengan tersingkirnya Spanyol, ada fakta kurang sedap yang melekat pada kiper Manchester United David De Gea. Dari empat pertandingan di Piala Dunia 2018, salah satu kiper yang berpredikat terbaik di dunia ini hanya berhasil menggagalkan satu tendangan yang mengarah ke gawang.

Terhitung, ada 11 tendangan mengarah ke gawang De Gea di empat pertandingan itu, sudah termasuk tendangan adu penalti semalam. Ia kebobolan enam gol dari tujuh tendangan mengarah ke gawang di waktu normal.

Pada pertandingan itu, Spanyol ditahan imbang 1-1 terlebih dahulu sebelum kemudian melanjutkan penentuan pemenang dengan adu penalti. Penampilan gemilang sang kiper, Igor Akinfeev, menyelamatkan Rusia dari gempuran Spanyol di sepanjang pertandingan, di mana Rusia tercatat hanya melakukan satu kali tendangan yang mengarah ke gawang.

Juara dunia 2010 itu pun dibuat frustrasi oleh pertahanan tim asuhan Stanislav Cherchesov yang begitu rapat. Padahal, tim yang terkenal dengan permainan “tiki-taka”-nya itu sudah memainkan para pemain bintang yang mereka miliki seperti Andres Iniesta, Sergio Ramos, dan Diego Costa.

Dalam drama adu penalti, Akinfeev berhasil mengagalkan dua tendangan penalti dari pemain Spanyol, yakni Jorge Resurrección Merodio alias Koke dan Iago Aspas. Hasil ini membawa tuan rumah maju ke babak perempat final untuk pertama kalinya sejak 1970.

Leave a Reply

%d bloggers like this: