Spalletti Bela Pemainnya

Spalletti Bela Pemainnya

Inter Milan kembali gagal memetik kemenangan setelah ditahan imbang AS Roma dalam lanjutan Serie A pekan ke-21 Minggu malam (21/1/2018). Bermain di maskas sendiri di Giuseppe Meazza, I Nerazzuri bermain imbang 1-1.

Inter Milan bahkan tertinggal lebih dulu di babak pertama oleh gol Stephan El Shaarawy yang tercipta di menit 31. Dengan sontekan cerdiknya, winger berdarah Mesir itu berhasil membobol gawang Samir Handanovic.

Inter Milan baru bisa menyamakan kedudukan di menit 86 lewat tandukan Matias Veccino, memanfaatkan crossing Marcelo Brozovic dari sisi kiri.Dengan hasil seri ini, Inter Milan sudah tidak merasakan kemenangan dalam lima laga Serie A.

Mereka kalah dua kali oleh Udinese (1-2) dan Sassuolo (0-1), dan imbang tiga kali beruntun melawan Lazio (0-0), Fiorentina (0-0), dan AS Roma (1-1). Meski belum juga mampu meraih kemenangan, pelatih Inter Milan, Luciano Spalletti tetap membela anak-anak asuhnya, terutama Davide Santon yang merasa bersalah karena melakukan blunder sehingga terciptalah gol Shaarawy.

“Santon tidak harus meminta maaf kepada siapapun. Mudah rasanya kalau kita duduk di sofa yang nyaman. Beda halnya kalau kita berlari selama 90 menit mengawal si El Shaarawy,” ujar Spalletti kepada Mediaset Premium.

“Dia (Santon) pemain yang bagus. Dia berlatih dengan baik. Kesalahan bisa saja terjadi, terutama saat bola datang dari jauh. Tidak ada pemain lain yang bisa membantunya saat itu, jadi itu bukan kesalahannya seorang. Dia tak punya alasan untuk meminta maaf,” Spalletti meneruskan.

Ketimbang mencari kambing hitam, Spalletti lebih memilih fokus membawa Inter Milan bangkit dan meraih target untuk finis di posisi empat besar.

“Masalah sesungguhnya adalah bahwa kami Inter Milan dan kami harus berani bertempur dengan tim-tim seperti Roma, Lazio, dan Napoli untuk meraih posisi empat teratas. Kami harus bertanggungjawab dan mewujudkan target itu. Kami tidak boleh hanya menunggu kereta lewat untuk pergi. Saya tidak mau melihat kami ketakutan dan selalu merasa bersalah,” ujar pelatih berkepala plontos itu.

Leave a Reply

%d bloggers like this: